Budidaya Ikan Nila dengan Kolam Drum

Budidaya Ikan Nila dengan Kolam Drum
Budidaya Ikan Nila dengan Kolam Drum

Budidaya ikan nila dengan kolam drum. Budidaya ikan nila dalam drum dan ember memang betul dapat. Telah ada yang mempraktekan dan sukses tumbuh. Hasilnya benar-benar cukup untuk keperluan setiap hari. Ini hoby yang paling memberikan keuntungan.

Pikirkan, anda tinggal goreng ikan nila ada di belakang rumah. Tak perlu membeli. Gunakan tempat sempit dapat, yang perlu cukup buat drum 200 liter. Lebih kece kembali, air kotornya dapat dipakai untuk aquaponik, bercocok tanam di air. bisa ikan bisa sayur.

1. Persiapkan Bahan Kolam Ikan Nila

Bahan untuk budidaya ikan nila dalam drum ini saya bagi jadi dua. Bahan untuk kolam dan bahan untuk filter.

a. Bahan Baku Kolam dan Ikan Nila :

  • Drum 200 liter, umumnya memiliki warna biru. Dapat ditukar ember atau box plastik.
  • Aerator untuk oksigen dan selang dan batu aerator. Semakin banyak selang semakin bagus.
    Aerator ini lebih baik kembali jika ditukar dengan pompa air yang diatur jadi venturi. Oksigennya semakin banyak
  • Ikan nila 50 ekor
    (saran saya dibeli setelah kolam drum maka membeli jantan semua dan ukuran seragam 4-5 cm)
  • Setop Contact (colokan listrik)
    Yakinkan di dekat kolam drum dan terlindungi dari air hujan langsung.
  • Pelet bibit nila
    (jangan salah membeli, ngomong untuk bibit 4 cm, kelak bisa yang kecil kecil)

Untuk Filter sebetulnya dapat beli jadi di aquarium, tapi ini kali saya akan memberikan contoh membuat filter sendiri.

b. Bahan Baku Membuat Filter :

  • Pompa air aquarium untuk mengisap air, yang dapat masuk ke air.
  • Selang aquarium
    membeli saja 3-5 mtr.. Satu mtr. hanya sekitaran Rp1.000 kok di toko aquarium. Membeli 10 mtr. bisa.
    Lebih baik bila memakai pralon 1/2 inchi dan keni sebagai alternatif selang, seperti video di atas.
  • Ember kecil bertutup.
  • Karung bawang putih
  • Mat kasar dan mat lembut (kain rovin), untuk yang belum mengetahui dapat belidi toko aquarium, tokopedia, atau di google
  • Arang kayu 1 plastik cukup
  • Batu zeolit
  • Bioball

2. Membuat Filter

Masukan bahan baku filter ke ember dengan posisi berikut mulai di atas ya :

  • Panduan : anda dapat menambah lubang pembuangan di paling bawah yang dapat dibuka tutup. Perannya supaya mudah saat kita kuras filter.
  • Tips : anda bisa menambahkan lubang pembuangan di paling bawah yang bisa dibuka tutup. Fungsinya agar gampang saat kita menguras filter.

3. Membuat Kolam Drum atau Ember atau Box Plastik

  • Untuk drum, Kolam dapat dibikin tidur atau berdiri. Dalam video di atas kolam dibikin berdiri. Untuk ember harus berdiri, sementara untuk box tentu tidur.
    Kelebihan kolam berdiri ialah irit tempat dan tidak ada risiko bocor tapi oksigen terbatas hingga aerator harus berpijar 24 jam.
    Sementara untuk kolam tidur ikan bisa mendapat oksigen karena permukaan luas, meskipun begitu tetap harus ditolong aerator supaya cepat gendut.
  • Persiapkan air untuk kolam, anda dapat isi 75% saja. Ada baiknya air yang anda pakai diendapkan lebih dahulu tadi malam.
    Air yang dapat dipakai ialah air hujan, air AC, air sumur tanah, atau air sungai yang bersih. Bila memakai air pam harus diendapkan tadi malam supaya kandungan kimianya terendap.
  • Simpan filter ember di lokasi yang semakin tinggi dari kolam. Dapat ditempatkan di kayu atau didesain supaya ada di atas kolam. Tutup filter supaya tidak jadi sarang nyamuk.
  • Masukan pompa air ke kolam, usahakan cukup ke dasar. Perannya mengisap air kotor dan mengantarnya ke filter.
    Sambungkan pompa air dan filter memakai selang lewat lubang air masuk.
  • Selang keluar tidak boleh terlampau panjang. Air yang keluar harus seperti pancuran supaya bisa bawa tambahan oksigen.
  • Nyalakan aerator dan masukan selang aerator yang telah dikasih batu ke kolam. lebih baik kembali bila anda memakai pompa air dan mensetnya jadi venturi.

4. Masukkan Ikan Nila ke Kolam Drum atau Ember

Sesudah kolam dan filter siap, tambahkan ikan ke kolam. Masukkan ikan ke kolam ini perlu tehnik.

Ikan dapat depresi bila langsung berpindah air. Oleh karenanya kita masukan dahulu ikan dan plastik ke drum. Nantikan beberapa waktu lalu membuka plastiknya. Diamkan ikan keluar sendiri dari dalam plastik.

Selamat anda telah mempunyai ikan nila dalam kolam drum. Selanjutnya ialah berkenaan makanan ikan dan perawatan ikan nila.

Bagaimana Menjaga Ikan Nila Kolam Drum atau ember atau box plastik?

Ada yang ngomong, budidaya di kolam drum tidak seindah yang disebut youtube. Iya itu betul, tidak cantik bila anda cepat jemu.

Perawatan ini Saya Bagi jadi Tiga :

1. Memberikan Pakan Nila di Kolam Drum

Pakan ikan nila itu banyak, Bila ini eksperimen peratama dengan 1 atau 2 drum ember, saya anjurkan anda memakai pelet saja. Saat kecil beri pelet kecil, saat besar beri yang besar.

Dengan memakai tehnik filter berbioball, anda sebetulnya telah mengganti kotoran ikan jadi makanan. Makanan hasil penguraian bioball ini banyaknya sedikit hingga harus dikasih pelet tiap hari, sore dan pagi.

Bila ingin mengganti kotoran jadi pakan dengan optimal dapat coba bioflok

2. Menukar Air Kolam Nila

Anda harus menukar air kolam walau telah memasangkan filter. Apabila sudah kotor, kuraslah kolam. Seperti aktor budidaya ikan nila, kuras kolam ialah hal umum.

Semakin besar ikan nila semakin banyak kotorannya hingga semakin kerap dikuras.

Selainnya kuras kolam, anda harus kerap kuras filter. Air kurasan filter ialah gizi yang bagus untuk tanaman pot.

3. Menahan Penyakit Ikan Nila yang Dipiara di Drum

Kunci dari menahan penyakit ialah kebersihan. Cepatlah menguras saat kolam anda berbau. Janganlah sampai ada sampah yang masuk ke drum.

Bagaimana jika ada ikan nila yang dalam drum sakit?
Selekasnya pisah ikan yang sakit, masukan ke air garam. Selekasnya obati dan menjaga supaya tidak menyebar. Bila yang sakit mati, relakan.