Budidaya Ikan Nila di Kolam Beton

Budidaya Ikan Nila di Kolam Beton
Budidaya Ikan Nila di Kolam Beton

Budidaya ikan nila di kolam beton. Budidaya Ikan Nila di Kolam Beton adalah langkah usaha beternak ikan nila, baik pembibitan, atau pembesaran. Langkah ini adalah sistem budidaya ikan nila di kolam rumah.

Secara umum, perawatan ikan nila untuk capai ukuran konsumsi bisa dipakai beberapa jenis kolam perawatan.

Langkah budidaya ikan nila di kolam beton ini sama dengan langkah budidaya ikan nila di kolam tanah atau langkah budidaya ikan nila di kolam terpal, dan sistem langkah budidaya yang lain.

Kolam beton ini menjadi satu diantara opsi dalam tata langkah budidaya ikan nila di kolam kecil. Karena ukuran dapat disamakan dengan luas tempat tanah yang dipunyai.

Berikut artikel komplet mengenai budidaya ikan nila di kolm beton.

Tipe Kolam Beton Untuk Budidaya Ikan Nila

Ada dua tipe kolam beton yang dipakai untuk budidaya ikan nila. Salah satunya kolam beton tetap dan kolam beton semi tetap.

Kolam beton ikan nila tetap ialah kolam beton yang semua dinding dan dasar kolam dibuat dari semen atau beton sedang kolam beton semi tetap adalah kolam beton yang cuman dinding-dindingnya dibikin tetap dari beton. Tetapi pada dasar kolamnya masih tetap memakai tanah atau mungkin tidak dibeton.

Pada kolam beton mempunyai keserupaan konstruksi dengan kolam tanah. Namun memang ukuran bagus kolam ikan nila, baik yang pakai kolam tanah atau kolam beton dalam masalah ini tembok dan semen, harus jadi perhatian.

Ukuran bagus kolam ikan nila jadi aspek khusus dalam kesuksesan produksi budidaya. Karena mustahil kolam yang kecil akan diisi ikan yang banyak.

Karena itu untuk ukuran kolam ikan 100, 500, 1000, 2000, 10000, atau sampai 20000, 30000, dan 50000 masih tetap diperhitungkan. Berikut analisis usaha budidaya ikan nila yang harus diakui.

Namun memang, untuk kolam tanah dan kolam beton ketidaksamaanya cuman pada berbahan. Karena kolam ikan nila dari kolam beton dibuat dari semen seperti tembok sebagai beton kesemua dindingnya.

Sementara untuk wujud dan ukuran kolam ikan nila masih tetap berupa segi panjang, pematang kolam dibikin dengan wujud trapesium, dibikin kemalir, kowen, inlet dan toko air dan pada dasar kolam dibikin miring untuk mempermudah air keluar saat panen.

Disamping itu, lay-out kolam beton sama dengan lay-out kolam tanah. Kolam beton umumnya dipakai di wilayah dengan sumber air yang terbatas dengan keadaan tanah yang kurang bagu dan porous (air merembes ke tanah).

Tetapi minimal kita bisa juga mepertimbangkan banyak hal berikut:

  1. Kolam tempat segi panjang,
  2. Luas kolam 200-500 m2,
  3. Kedalaman air kolam 1-1,25 mtr.,
  4. Dasar kolam beton, juga bisa cuman pakai tanah.

Cara Budidaya Ikan Nila di Kolam Beton

Dalam tata langkah budidaya ada beberapa hal yang perlu jadi perhatian, misalnya seperti, ukuran kolam, untung rugi budidaya ikan nila, dan dalam masalah ini berkaitan mengenai tehnik budidaya di kolam beton.

Misalkan saja, dalam masalah ini ada informasi-informasi yang dapat kita peroleh mengenai tata langkah budidaya nila di kolam beton, salah satunya ialah:

Proses Persiapan Budidaya Ikan Nila

  • Penyeleksian lokasi
  • Fasilitas dan Prasarana
  • Konstruksi kolam

Pembenihan Ikan Nila

  • Induk ikan Nila
  • Pemijahan ikan nila
  • Pemanenan benih ikan nila

Pendederan Ikan Nila

  • Penyiapan kolam pendederan
  • Penyebaran dan perawatan benih

Pembesaran Iklan Nila

  • Penyiapan kolam beton untuk pembesaran ikan nila
  • Pembesaran ikan nila
  • Panen

Selainnya keempat poin besar itu, tidak kalah penting yang penting jadi perhatian ialah mengenai pengendalian hama dan penyakit pada budidaya ikan nila tersebut.

Karena beberapa hal itu menjadi analisis beternak ikan nila saat sebelum mengawalinya. Tetapi pada intinya, budidaya di kolam beton tidak berbeda jauh dengan kolam tanah atau kolam terpal. Berikut kiat-kiatnya:

1. Langkah Pembenihan Ikan Nila

Pertama kali dalam budidaya yang perlu dimengerti ialah langkah pembenihan ikan nila. Yaitu, dari penyeleksian induk, sampai ke perawatan induk.

Lalu, tahapan ke-2 dalam masalah ini ialah pemijahan, dari tingkatan pemijahan ini ada banyak hal yang perlu dimengerti, yaitu, penyiapan tempat pemijahan, sampai proses pemijahan.

Bahkan juga dalam pemijahan terdiri beberapa hubungan, salah satunya dari pemijahan secara tradisionil atau alami, sampai pada pemijahan secara intens.

Salah satunya yang sudah dilakukan ialah penyiapan kolam, pastikan kualitas air sama sesuai oksigen larut, dan pemberian pakan yang masuk ke proses perawatan.

Setelah itu proses penetasan telur. Dalam masalah ini penetasan harus dilaksanakan pemanenan telur lebih dulu. Nach pemanenan telur ikan nila dilaksanakan di hari ke 9.

Langkah pemanenan telur ikan nila yaitu dengan ambil telur dari mulut induk betina ikan nila. Saat sebelum pemanenan lebih dulu permukaan air kolam di turunkan sampai ketinggian 10-20 cm.

Dan dalam masalah ini tentu saja kita akan belajar yang bernama langkah pemijahan ikan yang benar dan baik.

Nach sesudah ke-2 tahapan itu dilaksanakan, yang ke-3 ialah pemanenan benih. Langkah atau proses pemanenan ikan nila bisa dilaksanakan dengan 2 langkah, yaitu, panen keseluruhan dan panen beberapa atau panen selective.

Paling akhir ialah yang perlu dipikir, penilaian proses awalnya, masihkah mendapati masalah produksi. Karena dalam tingkatan pembibitan ikan nila ini akan masuk pada tingkatan pendederan ikan nila dan pembesaran ikan nila.

2. Langkah Pendederan Ikan Nila

Untuk bagaimanakah cara lakukan pendederan ikan nila, hal yang perlu dilaksanakan ialah seperti pertama, penyiapan kolam pendederan. Ini penting, karena kolam yang hendak dipakai harus dapat meredam air dan tidak bocor.

Adapun langkah lakukan pendederan ikan nila dapat didalami selanjutnya serta lebih detil, supaya pastikan saat lakukan aktivitas pendederan baik pada tahapan satu dan tahapan dua, peternak ikan bisa mendapat ikan nila yang memiliki ukuran seragam.

Baik dari ukuran yang panjang atau berat dan memberinya peluang ikan nila untuk memperoleh makanan, hingga perkembangan seragam.

Seterusnya yang ke-2 tingkatan yang sudah dilakukan ialah penyebaran dan perawatan benih. Beberapa hal yang sudah dilakukan ialah penyebaran benih ikan nila dan perawatan larva dan benih.

Paling akhir, hal yang dapat dilaksanakan ialah pemanenan. Proses pemanenan pada pendederan sama seperti dengan proses pemanenan pada pembenihan, yakni dengan panen keseluruhan atau panen beberapa.

3. Proses Pembesaran Ikan Nila

Tingkatan setelah itu pembesaran ikan nila. Ada proses-proses yang dapat dilaksanakan, contoh seperti pertama, yang perlu dipersiapkan ialah penyiapan kolam pembesaran.

Ada beragam jenis tipe kolam dalam masalah ini, satu diantaranya ialah langkah budidaya ikan nila di kolam beton ini. Tetapi benar ada ukuran bagus kolam ikan nila.

Apa lagi budidaya ikan nila sebagai budidayya ikan nila di kolam air tenang. Biaanya memiliki bentuk kolam empat segi panjang, ukuran 200 – 500 m2, ke air 1 – 1,25 mtr., dasar kolam beton.

Seterusnya ada sistem pembesaran ikan nila, baik dari pembesaran ikan nila di kolam tanah, atau budidaya ikan nila di kolam beton. Lantas ada pula pembesaran pada karamba jala apung atau KJA.

4. Mekanisme Perawatan Ikan Nila

Ada pula mekanisme perawatan ikan nila, salah satunya ialah mekanisme ekstensif atau mungkin dengan tekonologi simpel yang sudah dilakukan secara umum di kolam air tawar, sawah, dan kasusngan yang sempit.

Seterusnya mekanisme semi intens atau mungkin dengan tehnologi madya. Umumnya langkah ini dilaksanakan di kolam tambak, di sawah dan jala apung. Ke-3 mekanisme intens atau tehnologi maju. Langkah kekinian.

5. Panen Ikan Nila

Paling akhir yang dapat kita dalami ialah langkah panen ikan nila. Pemanenan dilaksanakan jika ikan sudah capai ukuran konsumsi dari 200 g sampai 1.000 gr/ekor.

Menjadi panen ikan nila ini bergantung dari kebutuhan pasar. Dan ada dua tipe pemasaran, jual hidup atau jual pada kondisi mati atau didinginkan (dipeti-eskan).

Tetapi langkah pemanenan ikan nila yaitu saat sebelum dipanen, satu hari awalnya dilaksanakan puasa . Maka ikan dipuasakan dahulu minimum satu hari untuk meminimalkan ikan yang depresi.

Ringkasan Budidaya Ikan Nila di Kolam Beton

Jadi ringkasannya dalam budidaya ikan nila di kolam beton ini dapat menjadi budidaya ikan nila di kolam rumah dengan tempat yang sempit. Namun ikan harus samakan sama ukuran kolam ikan nila yang dibuat dari beton.

Seterusnya, langkah budidaya yang sudah disebut di atyas bisa juga dipakai sebagai salah satunya langkah budidaya ikan nila di kolam kecil dan terkhusus budidaya ikan nila di kolam air tenang.

Karenanya, ukuran bagus kolam ikan nila harus juga diseleraskan dengan luas tempat yang dipunyai. Dan langkah ini tidak berbeda jauh dengan budidaya ikan nila di kolam tanah.

Pokoknya ialah budidaya ikan nila di kolam beton sebagai salah satunya langkah memiara ikan nila agar cepat besar. Nach itu yang dapat diumumkan oleh kami ayobudidaya.com, mudah-mudahan berguna.