Cara Budidaya Ikan Nila di Kolam Tanah

Cara Budidaya Ikan Nila di Kolam Tanah
Cara Budidaya Ikan Nila di Kolam Tanah

Cara budidaya ikan nila di kolam tanah. Ikan Nila (Oreochromis niloticus) sebagai tipe ikan air tawar yang terbanyak diperbudidayakan di Indonesia, jumlahnya capai 28% dari semua usaha budidaya ikan air tawar. Ini menunjukkan jika ikan nila banyak disukai, baik oleh pemberbudidaya atau oleh warga sebagai customer.

Ikan nila makin terkenal karena rasa dagingnya yang sedap dan gampang diperbudidayakan. Kesempatan usaha budidaya ikan nila masih lebar terbuka, ingat ikan yang satu famili dengan mujair ini ialah ikan konsumsi yang banyak dicintai oleh warga. Ikan nila benar-benar gampang diperbudidayakan, lebih tahan penyakit, gampang berkembang biak dan ongkos pakan lebih murah bila dibanding dengan tipe ikan budidaya yang lain.

Ikan air tawar yang kabarnya datang dari benua Afrika ini pas diperbudidayakan di semua daerah di Indonesia. Ikan nila mempunyai kekuatan menyesuaikan secara baik pada beragam situasi keadaan, baik didataran rendah, menengah atau daratan tinggi. Dengan beberapa kelebihan itu, ikan nila jadi opsi terbaik untuk aktor usaha budidaya ikan air tawar.

Beberapa faktor yang Harus Jadi perhatian dalam Budidaya Ikan Nila

Ikan nila mempunyai penyesuaian yang baik sekali pada beragam situasi keadaan, gampang diperbudidayakan, gampang berkembang biak dan lebih tahan pada gempuran penyakit. Tetapi beberapa aspek khusus harus tetap jadi perhatian untuk mendukung kesuksesan usaha budidaya ikan nila. Ikan nila mempunyai kekuatan beradaptasi yang bagus dengan lingkungan sekelilingnya, dan mempunyai toleran yang tinggi pada lingkungan.

Hingga dia dapat dipiara di daratan rendah yang berair payau atau daratan tinggi dengan temperatur yang rendah. Dia sanggup hidup pada temperatur 14 – 38 derajat celcius. Dengan temperatur terbaik ialah 25 – 30 derajat. Hal yang paling punya pengaruh dengan perkembangannya ialah salinitas atau kandungan garam jumlah 0 – 29 % sebagai kandungan optimal untuk tumbuh secara baik. Beberapa aspek penting yang perlu jadi perhatian dalam usaha budidaya ikan nila diantaranya ; penyeleksian lokasi budidaya, penyeleksian benih, penyiapan kolam, pemberian pakan dan pengatasan hama dan penyakit.

Tingkatan Usaha Budidaya Ikan Nila

1. Penyeleksian Lokasi Budidaya Ikan Nila

Tanah yang bagus untuk kolam ikan nila ialah tipe tanah liat/lempung, padat tidak berporous. Tipe tanah ini tidak gampang bocor dan sanggup meredam periode air yang besar. Kemiringan tanah yang bagus untuk pembuatan kolam sekitar di antara 3 – 5 % untuk mempermudah pengairan kolam secara gravitasi.

Kualitas air untuk perawatan ikan nila harus bersih, tidak begitu kotor dan tidak terkontaminasi beberapa bahan kimia beracun, dan minyak/sampah pabrik. Untuk dikolam dan tambak angka kecemerlangan yang bagus di antara 20 – 35 cm.

Keadaan perairan tenang dan bersih, karena ikan nila tidak dapat mengalami perkembangan biak secara baik di air arus deras. Nilai keasaman air (pH) tempat hidup ikan nila sekitar di antara 6 – 8,5, sedang keasaman air (pH) yang maksimal ialah 7-8. Temperatur air yang maksimal sekitar di antara 25-30 ºc. Kandungan garam air yang dicintai di antara 0-35 per mil.

2. Pembuatan dan Penyiapan Kolam Budidaya Ikan Nila
Budidaya ikan nila dapat dilaksanakan pada beragam tipe kolam, yakni kolam tanah, kolam terpal, keramba (jala apung), kolam tembok/semen atau tambak air payau. Dari beberapa macam kolam ikan nila itu yang paling murah dan gampang ongkos pembikinannya ialah kolam tanah. Tingkatan dalam pembuatan dan penyiapan kolam tanah untuk budidaya ikan nila diantaranya seperti berikut ;

  • Pembuatan kolam,
  • Pengeringan kolam,
  • Pembaruan tanggul/pematang,
  •  Pemrosesan tanah dasar kolam,
  • Pembuatan aliran masuk dan keluar air,
  • Pekapuran,
  • Pemupukan dasar kolam, dan
  • Pengairan kolam.

3. Penyeleksian Benih dan Beberapa ciri Benih Ikan Nila yang Bagus untuk Diperbudidayakan

Benih yang berkualitas baik ialah persyaratan penting untuk kesuksesan budidaya ikan nila. Factor yang lain memengaruhi kesuksesan satu budidaya ikan nila ialah penyeleksian ukuran benih. Ukuran benih saat disebar minimal 10 – 20 gr per ekor.

Benih ikan nila yang kekecilan benar-benar rawan pada gempuran hama atau penyaki. Jika dapat benih yang dipakai datang dari Unit Pembenihan Rakyat (UPR) dan Balai Benih Ikan (BBI). Atau beli benih dari petani benih ikan yang telah bisa dibuktikan kredibilitasnya. Berikut beberapa ciri benih ikan nila yang bagus untuk diperbudidayakan :

  • Berat benih di antara 10-20 gr per ekor,
  • Benih pada keadaan sehat, tidak sakit atau bawa penyakit,
  • Benih tidak cacat, wujud badan normal, organ badan komplet,
  • Sikap benih aktif dan gesit,
  • Benar-benar tanggapan pada pakan.

4. Langkah Penyebaran Benih Ikan Nila dan Padat Sebar yang Bagus untuk Pembesaran Ikan Nila

Ukuran benih ikan nila yang bagus dan siap disebar pada kolam pembesaran ialah 10-20 gr per ekor. Benih disebar jika semua tingkatan dimulai dari pembuatan kolam sampai penyiapan kolam telah tersudahi. Padat sebar yang bagus untuk budidaya pembesaran ikan nila di kolam tanah ialah 20-30 ekor per mtr. persegi. Padat sebar ini diibaratkan untuk benih yang memiliki ukuran 10-20 gr/ekor dan akan dipanen sama ukuran 300 g per ekor.

Benih ikan nila jangan langsung dimasukkan pada kolam pembesaran, tapi harus lewat tahapan penyesuaian lebih dulu. Tempat yang berisi benih ikan nila ditempatkan ke air kolam sepanjang beberapa saat. Ini dilaksanakan supaya temperatur air kolam dan temperatur air di dalam tempat sama.

Seterusnya tempat benih dimiringkan agar air kolam dikit demi sedikit bersatu sama air di dalam tempat. Diamkan benih ikan masuk ke kolam sendirinya. Ini dilaksanakan untuk mengecilkan risiko kematian benih karena benih ikan telah terlatih dan menyesuaikan sama air kolam.

5. Langkah Perawatan Budidaya Ikan Nila di Kolam Tanah

Sesudah benih disebar, tugas setelah itu menjaga dan memiara ikan nila sampai ikan siap di panen. Perawatan ini ialah kunci khusus kesuksesan usaha budidaya pembesaran ikan nila. Untuk menghindar risiko tidak berhasil panen dan rugi sebaiknya ikan nila dipiara dan dirawat dengan benar dan baik. Perawatan ikan nila mencakup 3 poin utama berikut :

a). Pengendalian Air Kolam Ikan Nila

Factor yang punya pengaruh pada kesuksesan budidaya ikan nila ialah kualitas air kolam. Kualitas air kolam yang jelek bisa menghalangi perkembangan ikan nila dan mengakibatkan munculnya beragam jenis penyakit.

Patokan kualitas air kolam ialah kandungan oksigen, pH air, dan kandungan CO2, NH3 dan H2S. Check secara periodik beberapa patokan itu. Jika kandungan oksigen air kolam dijumpai turun, perderas perputaran air kolam untuk tingkatkan kandungan oksigen.

Bila air kolam bau busuk, selekasnya kerjakan pergantian air. Berbau busuk yang muncul karena tingginya kandungan NH3 dan H2S pada air kolam. Langkah menukar air kolam yakni dengan buang 1/3 air yang ada, selanjutnya ditukar sama air yang baru/air bersih. pH minimum air kolam untuk budidaya ikan nila ialah 6, jika pH di bawah angka 6, taburi kapur pertanian/kapur dolomit sama sesuai keperluan.

b). Pemberian Pakan Ikan Nila yang Pas

Pakan alami ikan nila yang ada di dalam air kolam diantaranya fitoplankton, zooplankton, cacing, siput, jenitk nyamuk dan chironomus(cuk). Tetapi untuk percepat perkembangan ikan nila dan percepat panen, ikan nila harus dikasih pakan tambahan tiap hari.

Pakan tambahan ikan nila yang bagus ialah pelet yang kandungan lemaknya tidak lebih dari 3% dengan kandungan protein di antara 30-40%. Pakan ikan nila berbentuk pelet diberi sekitar 3% dari berat badan ikan sehari-harinya. Pelet diberi 2x dalam satu hari, yakni sore dan pagi hari.

c). Pengendalian Hama dan Penyakit Ikan Nila

Ikan nila sebagai tipe ikan air tawar yang sanggup menyesuaikan secara baik pada situasi keadaan, ikan nila tahan pada penyakit. Tetapi tidak berarti ikan nila 100% bebas dari gempuran hama atau penyakit.

Khususnya jika budidaya dilaksanakan dalam jumlah besar dan intens, risiko gempuran hama dan penyakit harus dicurigai. Penyakit yang paling mencemaskan ialah penyakit infeksi menyebar, tipe penyakit ini cepat menebar.

Beberapa hama yang kerap mengusik ikan nila diantaranya ; bebeasan (notonecta), ucrit (larva cybister), kodok, ular, linsang, dan burung. Sedang penyakit yang kerap diketemukan pada ikan nila diantaranya ; penyakit kulit, penyakit insang, penyakit pada organ dalam. Langkah pengendalian hama dan penyakit ikan nila secara lengkap silakan baca : Hama dan Penyakit Ikan Nila

6 Panduan Penangkalan Penyakit pada Ikan Nila

Menahan ialah perlakuan yang terbaik membuat perlindungan ikan nila dari gempuran beragam tipe penyakit. Penangkalan gempuran penyakit pada ikan nila dilaksanakan semenjak awalnya pembuatan dan penyiapan kolam. Untuk budidaya pembesaran ikan nila di kolam tanah, beberapa hal berikut bisa dilaksanakan sebagai usaha untuk menahan gempuran penyakit pada ikan nila :

  1. Lakukan pembersihan dan pengeringan dasar kolam tiap usai panen,
  2. Memakai benih yang sehat dan bebas penyakit,
  3. Perawatan ikan dengan benar dan baik,
  4. Menghindar penyebaran benih terlalu berlebih,
  5. Memakai mekanisme pengairan secara paralel,
  6. Pakan diberi dengan jumlah yang cukup, tidak terlalu berlebih.

Langkah untuk Hitung Jumlah Pakan Ikan Nila

Keperluan pakan ikan nila yang bagus ialah 3% dari berat badan ikan rerata sehari-harinya. Bila diibaratkan berat ikan di antara 10-20 gr per ekor dan jumlah ikan nila kesuluruhannya 1000 ekor karena itu pakan diberi sekitar 450 g setiap hari. Darimanakah angka 450 didapat? Berikut rumusnya ;

Jumlah Pakan = Berat rerata x Jumlah ikan x 3%

Bila berat ikan 10-20 gr/ekor – Rerata berat ikan = (10+20)/2 = 15 gr/ekor
Penghitungan pakan : 15 x 1000 x 3% = 450 g setiap hari

Untuk sesuaikan jumlah atau jumlah pakan, berat ikan nila dilihat tiap dua minggu sekali. Triknya dengan ambil contoh 10 ekor ikan nila, selanjutnya ditimbang dan dirata-ratakan beratnya. Misalkan berat 10 ekor ikan nila ialah 2000 gr, karena itu berat reratanya ialah 2000/10 = 200 g per ekor. Karena itu pakan yang perlu diberi di dalam 1000 ekor ikan nila dengan berat rerata 200 g ialah 6000 gr (6 kg) setiap hari.

Usia Panen Ikan Nila dan Berat Ikan Nila Siap Panen

Usia panen dan berat ikan nila siap panen bergantung pada keinginan customer atau keperluan pasar di tempat. Pada keadaan normal, terhitung semenjak benih ikan nila disebar diperlukan waktu di antara 4-6 bulan untuk capai berat 300-500 gr per ekor. Dalam kata lain tidak ada dasar usia berapakah bulan atau berat berapakah gr ikan nila dapat dipanen.

Begitu mengenai “Langkah Budidaya Pembesaran IKAN NILA di Kolam Tanah”. Mudah-mudahan berguna