Menangani Hama dan Penyakit Ikan Nila

Menangani Hama dan Penyakit Ikan Nila
Menangani Hama dan Penyakit Ikan Nila

Menangani hama dan penyakit ikan nila.Pengertian atau pemahaman hama ikan ialah semua makhluk hidup (hewan) baik yang memiliki ukuran badan lebih kecil, sama atau lebih besar dari badan ikan yang kemunculannya tidak diharapkan karena sanggup menyebabkan masalah pada ikan. Dalam kata lain hama ikan ialah semua makhluk hidup yang bisa memakan, mengusik atau jadi kompetitor hidup pada suatu komunitas ikan.

Sedang pengertian penyakit pada ikan ialah satu tanda-tanda fisiologis ikan yang disebabkan karena satu parasit atau factor lingkungan yang tidak tepat. Timbulnya penyakit pada ikan selain dikuasai keadaan ikan yang kurang kuat dan  cara serangan dari organisme yang mengakibatkan penyakit tersebut.

Ikan nila ialah ikan air tawar yang tahan penyakit dan bandel. Gempuran penyakit pada ikan nila jarang-jarang diketemukan menyebar secara besar. Tetapi tidak berarti hama atau penyakit pada ikan nila bisa dipandang remeh. Gempuran penyakit pada ikan nila bisa jadi tiba dan pembudidaya harus tetap siaga.

6 Tipe Hama Khusus Ikan Nila dan Cara Pengendaliannya

1. Bebeasan (notonecta)

Hama ini cukup beresiko untuk ikan nila, khususnya benih ikan yang kecil karena sengatannya. Pengaturan hama bebeasan bisa dilaksanakan dengan tuangkan minyak tanah ke atas air 500 cc/100 mtr. persegi.

2. Ucrit (larva cybister)

Hama ini serang ikan nila dengan menjepit tubuh ikan dengan taringnya sampai robek. Pengaturan : hama ini susah dibasmi, jauhi bahan organik menimbun disekitaran kolam.

3. Kodok

Kodok ialah lawan khusus untuk telur-telur ikan, hama ini sukai memakan telur ikan sampai habis tidak sisa. Pengaturan hama kodok pada budidaya ikan nila dilaksanakan dengan kerap buang telur kodok yang mengapung, tangkap dan buang hidup-hidup.

4. Ular

Ular serang benih dan ikan kecil dan memakannya. Pengaturan hama ular pada budidaya ikan nila dilaksanakan dengan penangkapan dan pemagaran kolam memakai jala.

5. Lingsang

Hama ini ialah binatang yang paling rakus memakan ikan. Linsang serang dan makan ikan saat malam hari. Pengaturan hama linsang pada budidaya ikan nila dilaksanakan dengan memasangkan perangkap berumpun dan membatasi kolam memakai jala.

6. Burung

Burung umumnya menyenangi dan makan benih dan ikan-ikan kecil walau sering makan ikan dewasa. Pengaturan hama burung pada budidaya ikan nila dilaksanakan dengan memasangkan penghambat bambu di permukaan kolam agar burung susah susah menangkap, memasangkan jala di permukaan kolam, dikasih rumbai-rumbai atau tali penghambat di atas kolam.

4 Tipe Penyakit Beresiko pada Ikan Nila dan Langkah Pengontrolannya

1. Penyakit Parasit pada Ikan Nila Karena Oleh Trichodina sp.

Trichodina sp. ialah mikroorganisme parasit yang kerap menyerang ikan air tawar, seperti ikan nila. Trichodina sp. umumnya menyerang sisi luar badan ikan, yakni kulit, sirip dan insang. Tanda-tanda gempuran Trichodina sp. pada ikan nila yakni kelihatan ada cedera di bagian badan ikan yang terserang.

Pengendalian penyakit kulit, sirip dan insang ikan nila :

  • Menukar air kolam dengan teratur
  • Memasangkan filter air (bak endapan) pada instalasi pengairan kolam
  • Penyembuhan penyakit ini bisa dilaksanakan dengan memendam ikan yang sakit dalam larutan garam (NaCl) sekitar 500-1000 mg/liter sepanjang 24 jam. Atau mungkin dengan larutan formalin sekitar 25 mg/liter.
  • Kerjakan penyembuhan dengan teratur tiap tiga hari sekali sampai ikan betul-betul pulih.

2. Penyakit Parasit pada Ikan Nila Karena Oleh Epistylis spp.

Epistylis spp. sebagai mikroorganisme parasit yang kerap serang sisi luar badan ikan nila. Anggota badan yang kerap terserang Epistylis spp. ialah kulit, sirip ikan dan insang.

Tanda-tanda gempuran kelihatan ada peralihan warna insang jadi merah kecoklat-coklatan, masalah pernafasan pada ikan/ikan susah bernapas, pergerakan ikan lamban, dan perkembangan ikan terhalang. Penyakit ini menyebar lewat contact langsung di antara ikan yang sakit dengan ikan sehat.

Pengendalian penyakit insang, kulit dan sirip pada ikan nila :

  • Ambil ikan yang sakit dan memiaranya pada kolam karantina. Ini dilaksanakan untuk menahan penyebaran pada ikan yang sehat.
  • Jaga kualitas air,
  • Padat tebar tidak melewati kemampuan kolam,
  • Penyembuhan penyakit ini bisa dilaksanakan dengan memendam ikan dalam larutan formalin 200 mg/liter sepanjang 40 menit, atau KMnO4 20 mg/liter sepanjang 15-20 menit,
  • Penyembuhan dilakukan sampai ikan pulih.

3. Penyakit Jamur pada Ikan Nila yang Karena Oleh Saprolegniasis

Saprolegniasis ialah organisme semacam jamur/cendawan yang kerap diketemukan pada kolam pembenihan ikan nila. Saprolegniasis kerap serang telur-telur ikan nila, larva dan benih ikan nila. Penyakit ini umumnya serang sisi luar badan ikan. Tanda-tanda gempuran seperti terlihat benang-benang lembut warna putih sampai putih kecoklat-coklatan.

Pengendalian PENYAKIT JAMUR pada ikan nila :

  • Jaga kualitas air yang dipakai
  • Penyembuhan penyakit ini bisa dilaksanakan dengan memendam telur atau ikan yang diserang dalam larutan malachite green 1 mg/liter sepanjang 1 jam, atau larutan formalin 200-300 mg/liter sepanjang 1-3 jam, atau NaCl 5 gr/liter sepanjang 15 menit.
  • Kerjakan penyembuhan seringkali sampai ikan pulih

4. Penyakit Bintik Merah pada Ikan Nila

Penyakit bintik merah pada ikan nila disebabkan karena bakteri Aeromonas dan Pseudomonas. Ke-2 tipe bakteri ini umumnya serang sisi luar dan organ pada tubuh ikan.

Tanda-tanda gempuran penyakit bintik merah pada ikan nila yakni berlangsungnya pendarahan di bagian badan yang diserang, sisik ikan nila terkupas, memunculkan borok di kulit ikan nila, perut membusung, dan terjadi pendarahan pada organ hati, ginjal dan limpa. Tanda-tanda lain yakni pergerakan ikan menurun dan kerap ada ke atas kolam.

Pengendalian penyakit BERCAK MERAH pada ikan nila ;

  • Jaga kualitas air,
  • Menukar air kolam dengan teratur,
  • Memberikan pakan tidak terlalu berlebih,
  • Menambah pakan dengan oxytetracylin 50mg/kg pakan, diberi tiap hari sepanjang 7-10 hari
  • Penyuntikan dengan tetramysin 0,05 ml per 100 g berat ikan atau kanamysin 20-40 mg/kg berat ikan,
  • Memendam ikan yang sakit memakai kaliumpermanganat 10-20 mg/liter sepanjang 30-60 menit,

5 Factor Khusus Pemicu Penyakit pada Budidaya Ikan Nila

Penyakit pada ikan nila terjadi bila ikan (inang), hidup di dalam perairan yang kurang cocok untuk kehidupan ikan, tapi memberikan dukungan bakteri untuk perbanyak diri atau berkembang biak. Ini akan mengakibatkan peralihan secara patofisiologi pada organ-organ badan ikan.

Munculnya gempuran penyakit ikan di kolam sebagai hasil hubungan yang tidak cocok di antara ikan, situasi keadaan dan organisme penyakit. Hubungan yang tidak cocok ini sudah mengakibatkan stress pada ikan, hingga proses pertahanan diri yang dipunyainya jadi kurang kuat dan pada akhirnya gampang terserang oleh penyakit. Faktor-faktor ynag mengakibatkan munculnya penyakit pada ikan diantaranya seperti berikut :

  1. Ada gempuran organisme parasit
  2. Lingkungan yang terkontaminasi (ammonia, sulfide atau beberapa bahan kimia beracun)
  3. Lingkungan dengan fluktuasi temperatur, pH, salinitas, dan kekeruhan yang besar
  4. Pakan yang tidak selaras ataukah nutrisi yang tidak sesuai keperluan ikan
  5. Keadaan badan ikan yang kurang kuat karena factor genetik (lemah hadapi peralihan lingkungan).

7 Cara Menahan Gempuran Penyakit pada Budidaya Ikan Nila

Bertindak penangkalan berlangsungnya gempuran penyakit pada ikan nila lebih baik dibanding menyembuhkan. Dengan lakukan penangkalan minimal gempuran penyakit ikan nila bisa didesak seminim mungkin. Berikut banyak hal yang bisa dilaksanakan untuk menahan munculnya gempuran beragam tipe penyakit pada ikan nila :

  1. Pembersihan dan pengeringan dasar kolam tiap usai panen,
  2. Pemakaian bibit ikan yang sehat dan bebas penyakit,
  3. Menghindar penyebaran bibit ikan terlampau padat (melewati kemampuan kolam),
  4. Memakai mekanisme pengairan secara paralel untuk menahan penyebaran dan penebaran penyakit,
  5. Memiara ikan nila dengan benar dan baik,
  6. Pakan diberi dengan jumlah yang cukup dan tidak terlalu berlebih, beberapa sisa pakan akan terendap didasar kolam dan memunculkan pencemaran berbau busuk pada air kolam. Ini bisa memacu perkembangan jamur dan organisme parasit pemicu penyakit pada ikan nila,
  7. Menukar air kolam dengan teratur.

Selainnya beberapa organisme penyabab penyakit pada ikan nila di atas, penyakit ikan nila dapat disebabkan karena kualitas air yang jelek, kotoran atau sampah yang ada didasar kolam bisa memunculkan keracunan pada ikan. Beberapa sisa pakan dan pembusukan material organik di dasar kolam bisa memunculkan gas beracun, seperti H2S yang mengakibatkan keracunan pada ikan nila.

Begitu mengenai “10 Tipe HAMA PENYAKIT IKAN NILA dan Langkah Pengontrolannya”. Mudah-mudahan bermanfaat….